Dari video cover yang meledak di TikTok hingga panggung musiknya sendiri, perjalanan Cantika Davinca membuktikan satu hal: suara yang autentik tidak perlu waktu lama untuk menemukan pendengarnya. Kini, bersama Ascada Musik, Cantika hadir dengan single terbaru bertajuk “Mencintai Tak Dicintai”—sebuah langkah serius dalam membangun identitas musikal yang bukan sekadar ikut tren, tapi benar-benar punya warna sendiri.

Dari 34,4 Juta Penonton ke Panggung Sendiri
Nama Cantika DA mulai dikenal luas ketika video cover “Jangan Rubah Takdirku” yang ia bawakan viral di TikTok dengan tembusan hingga 34,4 juta penonton. Suaranya yang lembut namun kuat langsung mencuri perhatian—sekali lewat, langsung auto repeat. Momen itu menjadi titik awal yang mengubah segalanya.
Dari sana, undangan tampil di berbagai program televisi mulai berdatangan. Popularitasnya terus meningkat hingga ia berhasil lolos sebagai salah satu peserta dalam ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di salah satu stasiun TV swasta. Tidak berhenti di dunia tarik suara, Cantika juga melebarkan sayapnya ke dunia seni peran—debut sebagai aktris melalui film televisi “Pintu Berkah: Bocah Penjual Pancong Lumer yang Sukses Meraih Cita-citanya”, menegaskan dirinya sebagai entertainer multitalenta yang tidak bisa dikotakkan hanya dalam satu kategori.
Old Soul But Still Fresh
“Mencintai Tak Dicintai” hadir dengan pendekatan yang terasa sangat disengaja—dan sangat berbeda dari dominasi tren remix dangdut yang sedang merajalela. Cantika memilih untuk menghidupkan nuansa dangdut klasik melalui elemen seruling yang melengking syahdu dan hentakan tabla yang dinamis, namun dikombinasikan dengan sentuhan aransemen modern yang membuat keseluruhannya terdengar segar dan mudah diterima generasi muda.
Hasilnya adalah sesuatu yang jarang ditemukan hari ini: musik yang terasa old soul but still fresh—dangdut yang tidak kehilangan esensinya, namun tidak terjebak di masa lalu. Cocok dinikmati lintas generasi, dari pendengar yang tumbuh bersama dangdut klasik hingga mereka yang baru mengenalnya.
Cengkok khas Cantika menjadi elemen yang menyatukan semua lapisan itu—hadir bukan sebagai ornamen, melainkan sebagai jiwa dari keseluruhan lagu.

Luka yang Familiar, Kata-Kata yang Tepat
Secara lirik, “Mencintai Tak Dicintai” bicara tentang sesuatu yang terlalu banyak orang pernah rasakan—cinta yang tidak berbalas, yang harus tetap dijalani meski tahu tidak ada timbal balik yang datang.
Baris “Andai aku tau apa arti cinta sejati, mencintai namun tak dicintai” hingga “biarlah semua menjadi cerita, biarlah semua menjadi sejarah cinta kita” menggambarkan luka itu dengan cara yang sederhana namun mengenai tepat di titik yang paling terasa.
“Aku ingin lagu ini bisa jadi teman untuk mereka yang lagi ngerasain cinta yang nggak berbalas. Kadang kita cuma butuh lagu yang ngerti perasaan kita,” ungkap Cantika.
Kalimat sederhana, namun di situlah letak kejujurannya. Karena memang tidak semua cinta harus memiliki—dan tidak semua luka perlu diselesaikan, kadang cukup untuk diakui.
Berbeda sebagai Strategi, Bukan Sekadar Pilihan
Di tengah industri dangdut yang bergerak cepat mengikuti tren, keputusan Cantika untuk hadir dengan nuansa yang lebih emosional dan penuh romantisme adalah sebuah pernyataan. Ia tidak sedang mencoba menjadi berbeda demi tampak unik—ia sedang membangun identitas yang bisa bertahan lebih lama dari satu siklus tren.
Sebelumnya Cantika telah merilis single recycle “Hidupku Sepi Tanpamu” milik New Syclon bersama Ascada Musik. “Mencintai Tak Dicintai” menjadi langkah berikutnya yang lebih jauh—karya yang lebih personal, lebih terarah, dan lebih kuat sebagai pernyataan tentang siapa Cantika sebagai musisi.

Dengan karakter vokal yang sudah terbukti mampu menarik puluhan juta pendengar, dan keberanian untuk mengeksplorasi berbagai nuansa musik, Cantika Davinca sedang membangun pondasi yang sangat solid untuk perjalanan panjang di industri musik dangdut Indonesia.
Single “Mencintai Tak Dicintai” kini tersedia di seluruh platform musik digital.


