Ada keyakinan yang Souljah pegang sejak lama: bahwa seorang musisi dikenal bukan karena gaya, kekayaan, atau wajah—melainkan karena karya yang mampu bertahan dan terus hidup di hati pendengarnya. Keyakinan itulah yang menjadi fondasi dari keputusan mereka untuk merilis kembali “Ini Rindu”, lagu legendaris ciptaan Farid Hardja, kali ini dalam balutan aransemen baru khas Souljah yang resmi hadir pada 18 April 2026.

Lebih dari Dua Dekade Konsisten di Jalurnya
Untuk memahami mengapa pilihan Souljah merawat karya orang lain terasa begitu bermakna, perlu dilihat siapa Souljah sebenarnya. Band ini terbentuk sejak tahun 1998 dengan nama awal Arigatoo, berawal dari teman satu kampus di Universitas Indonesia yang berkumpul untuk mengisi waktu luang. Tidak ada yang menyangka bahwa kebiasaan iseng itu akan berkembang menjadi salah satu band reggae paling konsisten dan berpengaruh di Indonesia.
Digawangi oleh Danar Pramesti, Said Fauzan, David Pasaribu, dan Benjamin Renhart, Souljah terus berinovasi dalam karya-karyanya tanpa meninggalkan ciri khas reggae yang santai dan penuh pesan positif. Pada tahun 2005, band ini akhirnya berganti nama menjadi Souljah dan merilis album perdana mereka, Breaking The Roots, di bawah label yang mereka dirikan sendiri, Offbeat Music Indonesia.
Lebih dari dua dekade kemudian, semangat itu tidak pernah padam.
Memilih Lagu yang Layak Diabadikan Ulang
“Ini Rindu” bukan lagu sembarangan. Lagu ini pertama kali hadir pada 2005 sebagai bagian dari katalog Farid Hardja —sebuah karya yang membuktikan diri mampu bertahan melampaui zamannya, terus dikenal dan dinyanyikan oleh generasi yang berbeda-beda.
Bagi Souljah, pilihan untuk membawakan ulang lagu ini bukan sekadar soal selera musikal. Ini adalah pernyataan tentang apa yang mereka percayai: bahwa karya yang benar-benar kuat tidak perlu tren untuk tetap relevan. Ia hanya perlu dirawat, dihormati, dan kadang-kadang diperkenalkan kembali kepada telinga yang belum sempat mengenalnya.
Dengan aransemen baru khas Souljah, “Ini Rindu” mendapat warna Jamaican music yang hangat dan groovy—mempertahankan jiwa asli lagu, sekaligus memberinya nafas baru yang terasa segar untuk didengar hari ini.
Konser Peluncuran yang Jadi Bagian dari Musiknya
Yang membuat rilisan ini semakin istimewa adalah cara Souljah mengabadikan momennya. Music video “Ini Rindu” diambil langsung dari konser peluncuran single yang berlangsung di Anjungan Sarinah, Jakarta—sebuah acara bertajuk “Rindu Souljah” yang juga menggandeng dua musisi Be Dubs dan 8Ball untuk memperkuat nuansa reggae, ska, dan urban yang selama ini menjadi ciri khas Souljah.
Hasilnya bukan music video yang direkam di studio dengan latar yang sempurna. Ini adalah tangkapan nyata dari energi panggung—penonton yang bernyanyi bersama, merasakan kerinduan bersama, dan menjadi bagian dari cerita lagu itu secara langsung. Sebuah pendekatan yang justru membuat music video ini terasa lebih hidup dari banyak produksi yang jauh lebih mahal.
Karya Bertahan, Musisi Dikenang
Di industri yang bergerak sangat cepat, di mana lagu baru bermunculan setiap detik dan perhatian pendengar semakin terbagi, Souljah memilih untuk melakukan sesuatu yang berbeda—mengingatkan bahwa ada karya-karya dari masa lalu yang tidak perlu digantikan, hanya perlu dipertemukan kembali dengan generasi yang belum sempat mengenalnya.
Tetap konsisten dalam jalurnya, Souljah membuktikan bahwa dedikasi dan kecintaan terhadap musik mampu membuat mereka bertahan di industri yang kompetitif. Dan “Ini Rindu” adalah bukti terbaru dari prinsip itu—bahwa musisi yang paling dikenang bukan yang paling ramai bicaranya, melainkan yang paling tulus dalam merawat karya.
Single “Ini Rindu” beserta music video-nya kini tersedia di seluruh platform musik digital.


