NEONA Suarakan “LUPA!”, Ketika Rasa Itu Nyata Tapi Kepastian Tak Kunjung Datang

Ada fase dalam sebuah hubungan yang paling sulit untuk dijelaskan—ketika kedekatan sudah terasa nyata, namun status masih menggantung di udara tanpa kejelasan. NEONA tahu persis rasanya, dan ia menuangkannya dalam single terbaru bertajuk “LUPA!” yang resmi dirilis pada 1 April 2026. Kali ini, ia hadir dengan warna hip-dut yang fun dan catchy, membungkus pesan yang sangat dekat dengan keseharian Gen Z dalam energi yang ringan namun tajam.


Kembali ke Warna yang Sudah Dekat

Bagi NEONA, eksplorasi hip-dut dalam “LUPA!” bukan sesuatu yang asing. Ini adalah homecoming ke genre yang sebelumnya sudah pernah ia jajaki—dan kali ini ia melangkah lebih dalam dengan identitas yang terasa lebih matang.

“Aku tertarik dengan genre hip-dut di lagu ini karena sebelumnya aku juga pernah mengeksplorasi genre ini, jadi terasa seperti kembali ke warna musik yang sudah dekat dengan aku,” jelasnya.

Di tangan NEONA, hip-dut bukan sekadar perpaduan hip-hop dan dangdut yang berhenti di permukaan. Ia menggunakannya sebagai kendaraan untuk menyampaikan sesuatu yang jauh lebih berat dari nadanya yang ceria—tentang penantian, kegelisahan, dan keberanian untuk akhirnya meminta jawaban.


Untuk yang Sedang Digantung

“LUPA!” adalah lagu yang lahir dari situasi yang sangat spesifik namun sangat universal: seseorang yang sudah dekat, sudah nyaman, sudah terlibat secara emosional—namun tidak tahu apakah ini benar-benar menuju ke suatu tempat atau hanya akan menguap begitu saja.

NEONA tidak hanya menggambarkan perasaan itu. Ia mendorong sesuatu lebih dari sekadar curhat.

“Single aku ini menceritakan tentang minta kepastian sama seseorang sebelum orang itu LUPA!. Lagu ini juga aku dedikasikan buat cowok-cowok supaya lebih berani ngasih kepastian,” ujar NEONA.

Ada keberanian yang tersimpan di dalam pesan lagu ini—bukan hanya keberanian untuk meminta kepastian, tapi juga keberanian untuk tidak terus menunggu tanpa tahu apa yang sedang ditunggu.


Lahir dari Kolaborasi yang Jujur

Di balik “LUPA!” ada proses kreatif yang melibatkan NEONA secara langsung—bukan sebagai pelaksana, melainkan sebagai kontributor aktif dalam pengembangan ide dan penulisan lirik. Ia bekerja sama dengan AntiNRML, duo yang terdiri dari Anangga Surya Dewangga dan Yosua Albert Simanjuntak alias DIA.

“NEONA ikut andil dalam pembuatan lagu ini. Banyak ide datang dari NEONA, lalu kami kembangkan bersama secara musikal dan lirik,” ujar Anangga.

Kolaborasi itu terasa dalam hasil akhirnya—karya yang tidak hanya kuat secara musikal, tapi juga terasa seperti ekspresi utuh dari karakter NEONA. DIA menambahkan harapan yang sederhana namun bermakna terhadap lagu ini:

“Harapannya, ‘LUPA!’ bisa mewakili perasaan cewek-cewek yang sedang digantung dan mengharapkan kepastian dalam hubungan,” ungkapnya.


Visual yang Bicara Lebih Keras dari Kata-Kata

“LUPA!” tidak hanya kuat secara audio. Di bawah arahan kreatif Adi Djohan dari funkyhokkaido, visual music video lagu ini mengambil latar ruang transit MRT Jakarta sebagai metafora yang tepat untuk menggambarkan seseorang yang merasa stuck—sedang dalam perjalanan, tapi tidak tahu harus turun di mana.

Nuansa kegelisahan dan kejenuhan dalam penantian diperkuat lewat styling yang edgy, riasan eksentrik, serta elemen grafis yang tidak biasa: teks terbalik dan penggunaan warna oranye yang kontras menjadi identitas visual yang langsung menancap. Pendekatan ini bukan sekadar estetika—ini adalah pernyataan bahwa NEONA memasuki era baru yang lebih berani, lebih emosional, dan lebih kuat dalam membangun daya tarik visual yang utuh.


Bertahan atau Minta Kepastian?

Pada akhirnya, “LUPA!” menempatkan pendengarnya di persimpangan yang sangat familiar: ketika rasa nyaman, harapan, dan kebingungan hadir bersamaan, dan seseorang harus memutuskan apakah akan terus bertahan—atau akhirnya memberanikan diri untuk meminta jawaban sebelum semuanya perlahan terLUPA.

Single “LUPA!” kini tersedia di seluruh platform digital streaming.

Scroll to Top