Ada jenis luka yang lebih berat dari luka biasa—bukan karena lebih dalam, tapi karena sudah pernah dirasakan sebelumnya. Chasing My Fate memilih luka itu sebagai titik awal perkenalan mereka. Single perdana bertajuk “Tertatih Menanti”, yang telah dirilis sejak 9 Maret 2026, hadir sebagai karya debut yang tidak memilih tema ringan—melainkan langsung menyelam ke dalam sesuatu yang terasa sangat nyata dan sangat menyakitkan.

Ditinggalkan, untuk Kedua Kalinya, oleh Orang yang Sama
“Tertatih Menanti” bercerita tentang sesuatu yang ironisnya lebih umum dari yang banyak orang mau akui: seorang pemuda yang harus menghadapi luka yang sama untuk kedua kalinya—ditinggalkan oleh orang yang sama, dengan cara yang sama.
Bukan hanya soal kehilangan. Melainkan tentang bagaimana seseorang bisa membiarkan dirinya berada di posisi yang sama dua kali, dan harus menanggung semua rasa itu lagi—rasa kehilangan yang sudah pernah dikenali, penyesalan yang datang kembali seolah tidak pernah pergi, dan ketidakberdayaan yang terasa lebih berat justru karena seharusnya sudah tahu.
Di situlah judul lagu menemukan beratnya yang sesungguhnya. Tertatih menanti—bukan menanti yang pertama, melainkan menanti yang sudah tahu tidak akan datang, namun tetap tidak bisa berhenti berharap.
Rock yang Intens, Melodi yang Melankolis
Secara musikal, Chasing My Fate tidak memilih pendekatan yang setengah-setengah untuk membungkus cerita ini. “Tertatih Menanti” dibangun di atas aransemen rock yang intens, dipadukan dengan melodi yang melankolis—dua elemen yang dalam lagu ini justru saling menopang dengan cara yang terasa organik.
Vokal yang raw menjadi salah satu kekuatan utama lagu ini. Ada kesan bahwa apa yang terdengar bukan sesuatu yang sudah dipoles hingga sempurna, melainkan sesuatu yang memang terasa seperti sedang keluar langsung dari tengah rasa sakit itu sendiri. Permainan gitar yang ekspresif mengikuti arah yang sama—tidak hanya mengisi ruang, tapi ikut bercerita.
Lagu ini diproduksi oleh Gus Ari yang merangkap vokal dan gitar, serta Satria sebagai lead guitar sekaligus komposer—dua nama yang dalam debut ini membuktikan bahwa mereka tahu persis bagaimana membangun emosi lewat musik tanpa harus berlebihan.
Perkenalan yang Tidak Setengah Hati

Sebagai karya perdana, “Tertatih Menanti” menegaskan dari awal bahwa Chasing My Fate tidak datang untuk bermain aman. Memilih tema yang berat, pendekatan musikal yang serius, dan kejujuran emosional yang tidak dipoles—itu adalah pernyataan yang cukup tegas tentang ke mana mereka ingin melangkah.
Band yang memulai perjalanannya dengan lagu seperti ini adalah band yang sudah tahu apa yang ingin mereka katakan. Dan kadang, itulah yang paling penting untuk dimiliki sejak hari pertama.
“Tertatih Menanti” kini tersedia di seluruh platform musik digital.


