Nadhif Basalamah dan Andi Rianto Bawa “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu” ke Panggung Orkestra Budapest

Ada lagu-lagu yang sudah terasa sempurna sebagaimana adanya—namun di tangan yang tepat, ternyata masih bisa membawa pendengar ke tempat yang lebih dalam. Nadhif Basalamah membuktikan itu dengan merilis versi orkestra dari dua lagu yang selama ini memiliki tempat spesial di hati jutaan pendengarnya: “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu”. Kali ini, ia bergandengan dengan komposer ternama Andi Rianto—dan untuk menghidupkan visi itu, Andi membawa Budapest Scoring Orchestra ke dalam proses produksi.


Kolaborasi yang Memang Sudah Lama Dinantikan

Bagi Nadhif, nama Andi Rianto bukan sekadar pilihan kolaborator—melainkan satu-satunya nama yang ia bayangkan sejak awal untuk proyek ini. Ada sesuatu yang spesifik dari cara Andi Rianto bekerja yang Nadhif percaya bisa menjaga inti dari lagu-lagunya, sekaligus membawanya ke dimensi yang lebih luas.

“Aku dari awal memang pengen banget kerja bareng Mas Andi, karena menurutku beliau punya cara yang sangat spesial dalam menerjemahkan emosi ke dalam orkestrasi. Lagu-laguku kan cukup personal, dan aku ngerasa Mas Andi bisa membawa rasa itu ke level yang lebih luas tanpa kehilangan esensinya,” ujar Nadhif.

Dari sisi Andi Rianto, undangan untuk berkolaborasi ini juga disambut dengan antusias. Baginya, kekuatan Nadhif Basalamah bukan hanya pada melodi atau lirik—melainkan pada kejujuran yang hadir di setiap karyanya.

“Nadhif Basalamah adalah sosok penyanyi pria Indonesia yang karya-karyanya dicintai banyak orang. Di mataku hal ini dikarenakan oleh lagu-lagu karya Nadhif yang memiliki melodi yang indah dan juga lirik-lirik lagunya yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Segala rasa dan kejujuran Nadhif dalam bernyanyi pun merupakan kekuatan Nadhif. Bangga dan bahagia sekali aku bisa berkolaborasi dengan Nadhif,” cerita Andi Rianto.


Mengapa Dua Lagu Ini

Pemilihan “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu” bukan keputusan yang datang begitu saja. Kedua lagu ini bukan hanya meraih respons besar dari pendengar—lebih dari itu, keduanya menyimpan kedekatan cerita yang sangat personal bagi Nadhif sendiri.

Di situlah alasan mengapa justru dua lagu ini yang dipilih untuk dibalut orkestra: karena lagu yang sudah kuat secara emosional, ketika diberi ruang yang lebih luas lewat aransemen orkestra, tidak akan kehilangan dirinya—ia justru akan menemukan lapisan baru yang selama ini belum terjangkau.

Budapest Scoring Orchestra hadir untuk mengisi ruang itu—memberi bobot, keluasan, dan keagungan pada dua karya yang sebelumnya sudah berdiri dengan kuat dalam bentuknya yang lebih intim.


Proses yang Hangat di Tengah Bulan Ramadan

Di balik hasil akhir yang megah, ada proses produksi yang justru terasa sangat manusiawi. Kedua lagu ini dikerjakan sepanjang bulan Ramadan—dan suasana puasa yang khas justru menambah kehangatan tersendiri pada proses kreatif yang berlangsung.

“Prosesnya seru banget. Emosional, tapi di saat yang sama juga menyenangkan—banyak ketawa-ketawanya. Karena lagi puasa ya, jadi kita suka pesan-pesan makanan untuk buka bareng. Saling tukeran referensi makanan jadinya. Momen-momen simple kayak gitu yang bikin prosesnya jadi lebih hangat dan berkesan,” cerita Nadhif.

Ada ironi yang menarik di sini: dua lagu yang berbicara tentang gema perasaan dan kehilangan sosok kota yang dicintai, lahir kembali dalam suasana yang justru penuh tawa, makanan berbuka, dan kehangatan yang sederhana. Mungkin justru itulah yang membuat hasilnya terasa seimbang—megah secara musikal, namun tetap menyimpan keintiman di dalamnya.


Kejujuran yang Kini Bergema Lebih Jauh

Versi orkestra ini bukan upaya untuk mengubah dua lagu yang sudah dicintai menjadi sesuatu yang berbeda. Ini adalah cara Nadhif Basalamah dan Andi Rianto memperluas cara pendengar bisa merasakan emosi yang sudah ada di dalamnya—lebih dalam, lebih luas, namun tetap setia pada kejujuran yang selama ini menjadi ciri khas Nadhif.

Karya yang personal tidak harus tinggal kecil. Kadang, ia justru paling jujur ketika diberi ruang yang paling besar untuk bergema.

Versi orkestra dari “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu” resmi hadir pada 27 Maret 2026 di seluruh platform musik digital.

Scroll to Top