Penyanyi asal Bandung, Dedap, kembali menghadirkan karya terbaru lewat single berjudul “Mawar.” Lagu ini menjadi rilisan terbaru setelah sebelumnya ia memperkenalkan beberapa karya seperti “Jangan Cari Aku,” “Suar,” dan “Tak Biasa.” Melalui “Mawar,” Dedap menghadirkan cerita yang lebih reflektif tentang perjalanan hidup, khususnya tentang bagaimana seseorang belajar menerima perpisahan sebagai bagian dari proses kehidupan.

Dedap, yang lahir pada 15 November, memulai perjalanan kariernya di industri kreatif sebagai content creator. Ia juga sempat bekerja di salah satu media musik terbesar di Indonesia, Indomusikgram, sebagai content staff, public relation, sekaligus talent. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan kariernya di dunia hiburan.
Karier Dedap semakin berkembang setelah bergabung dengan eJ Peace Entertainment. Dalam perjalanannya, ia juga sempat berkolaborasi dengan sejumlah musisi Indonesia, termasuk Anji pada 2018, Rizky Febian pada 2023, serta Panji Sakti pada 2024. Selain itu, Dedap juga pernah tampil dalam ajang pencarian bakat I Can See Your Voice Indonesia yang ditayangkan di MNCTV, dengan karakter “Sang Prajurit”.
Tak hanya itu, Dedap juga terlibat dalam proyek musik untuk animasi Indonesia Dalang Pelo, di mana ia menyanyikan original soundtrack yang berkolaborasi dengan Alsa.
“Mawar”: Tentang Luka, Ikhlas, dan Harapan
Melalui lagu “Mawar,” Dedap mengangkat tema yang cukup emosional: merayakan perpisahan. Dalam konsep lagu ini, mawar digunakan sebagai simbol perjalanan emosi manusia.
Tangkai mawar yang berduri melambangkan tajamnya momen kehilangan, rasa sakit saat harus melepaskan seseorang atau sesuatu yang berharga. Sementara bunga mawar di atasnya menggambarkan fase setelahnya, yaitu kemungkinan untuk menemukan kebahagiaan baru.

Makna tersebut menjadi pengingat bahwa dalam hidup, duka dan suka selalu berjalan berdampingan. Setiap perpisahan, meski terasa pahit, bisa menjadi pintu menuju pertemuan dan kebahagiaan di masa depan.
Kolaborasi Musisi Berpengalaman
Dalam proses produksi “Mawar,” Dedap bekerja sama dengan sejumlah musisi dan profesional di industri musik. Lagu ini diproduseri oleh Yoga Wardana Kusumah, dengan dukungan aransemen musik dari beberapa musisi ternama.
Di antaranya:
- Andre Dinuth pada bagian gitar elektrik
- Paul Parulian pada bass
- Langen Paran Dumadi pada keys dan string
Sementara proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Adistia Pratayangsha, dan proses rekaman dilakukan oleh Wahyu Nuryadi di Lakipada Studio, Bandung.

Mengajak Pendengar Berdamai dengan Perpisahan
Melalui “Mawar,” Dedap ingin menyampaikan pesan sederhana namun kuat: bahwa setiap orang akan melewati berbagai fase kehidupan, termasuk kehilangan dan perpisahan.
Alih-alih memandang perpisahan sebagai akhir yang menyakitkan, Dedap justru mengajak pendengar untuk melihatnya sebagai bagian dari perjalanan menuju kedewasaan dan penerimaan diri.
Dengan balutan musik pop yang emosional dan lirik yang reflektif, “Mawar” diharapkan dapat menjadi lagu yang menemani pendengar dalam menghadapi berbagai fase kehidupan—termasuk saat harus belajar merelakan sesuatu yang pernah begitu berarti.


