Grup balada kontemplatif Orkes Bada Isya, resmi merilis single terbaru berjudul “Cakrawala” di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) pada 6 Maret 2026.
Ditulis dan dikomposisikan oleh Robby Aslam Amrouzi, “Cakrawala” lahir dari kegelisahan melihat cara manusia memperlakukan alam—terlalu sibuk menjelaskan, menguasai, dan mengambil, tetapi jarang benar-benar mendengarkan.

Dalam lagu ini, alam tidak ditempatkan sebagai latar, melainkan sebagai subjek yang hidup dan memiliki suara.
“Hening di cakrawala
Membawa rahasia
Mengendap lama dan tak bernama”
Melalui lirik yang puitis dan reflektif, Orkes Bada Isya mengajak pendengar untuk meninjau ulang relasi manusia dengan angin, sungai, laut, dan hutan. “Cakrawala” tidak berbicara tentang menyelamatkan bumi, melainkan menyelamatkan kemanusiaan—kemampuan untuk merasa, mendengar, dan menghormati.
Secara musikal, lagu ini menghadirkan aransemen hangat dan kontemplatif, memperkuat identitas mereka sebagai peristiwa musik yang intim dan dewasa—seperti malam yang perlahan menuju fajar.

Berangkat dari Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni Universitas Lampung, Orkes Bada Isya berkembang menjadi salah satu kolektif balada kontemporer yang konsisten merawat kedalaman lirik dan eksplorasi lintas disiplin seni.
Setelah merilis album Menuju Rumahmu—yang mengalihwahanakan puisi penyair nasional asal Lampung—serta sejumlah single seperti “Ingatan” (2022), “Suaka Luka” (2024), “Arah Pulang” (2025), dan “Angin Malam” (2025), kini mereka kembali dengan “Cakrawala”.
Single ini memperlihatkan kedewasaan musikal sekaligus keberanian menyuarakan isu ekologis dalam balutan balada yang intim. Dengan pendekatan organik melalui Instagram, TikTok, dan YouTube sejak dua minggu sebelum rilis, kampanye “Cakrawala” difokuskan pada pembangunan awareness dan koneksi emosional, bukan sekadar tren.

Langkah ini menunjukkan komitmen Orkes Bada Isya untuk menumbuhkan komunitas pendengar yang solid dan reflektif sebagai fondasi menuju album kedua.


