Memasuki awal tahun ini, kancah musik Tanah Air kembali disuguhkan dengan karya yang mendalam dan penuh kontemplasi. Unit Alternative Rock asal Ciputat Tangsel yang terbentuk pada 4 April 2020 (generasi Covid-19), Elite Global secara resmi merilis double single (single ganda) terbaru mereka yang bertajuk “Terperangkap / Niskala” yang sudah mengudara tepat di Hari Jumat 20 Februari 2026 lalu. Double Single ini merangkum narasi realistis tentang pergolakan batin, rasa kehilangan, amarah, hingga pada akhirnya, sebuah penerimaan.

Band dengan formasi Rico Fajri (Vokal/Gitar), Irfan Damsik (Vokal/Gitar), Julyusman Tanurrezal (Gitar/Backing Vokal), Hendra Yudha (Bass), dan Ghozi Harharah (Drum) memang dikenal dengan penggunaan lirik-lirik yang menyentil, penuh dengan kiasan, sarkas, dan terasa relatable dengan kondisi sehari hari.
Pada trek pertama, “Terperangkap”, pendengar diajak menyusuri perjalanan malam yang pekat dan diguyur hujan. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sedang menuju jalan pulang ke sebuah tempat yang ramah dan aman—di tengah kondisi yang rapuh dan tak tentu arah. Liriknya menyoroti kenyataan pahit bahwa “sebanyak-banyak yang kau harapkan, tak semua bisa kau dapatkan.” Namun, di balik rasa takut dan badai kehidupan, lagu ini juga menyentuh sisi spiritual untuk menjaga hubungan dengan sang pencipta agar kita mempunyai tekad untuk terus melaju demi mereka yang menunggu di ‘rumah’. Walau banyak peristiwa yang terjadi di kehidupan kita, kita harus terus mengingat Nya.

Melengkapi narasi tersebut, “Niskala” hadir sebagai karya yang lebih menyayat hati. “Niskala” menceritakan perpisahan tanpa penjelasan di sebuah persimpangan jalan yang berbeda. Lewat lirik di bagian chorus, tergambar jelas konflik batin yang dialami; ada rasa benci dan keinginan untuk memaki atas kepergian seseorang atau sesuatu yang membawa pergi “selembar daun hati”, namun pada akhirnya ketidakberdayaan dan kesendirianlah yang menang. Lagu ini ditutup dengan kesadaran dan kebesaran hati bahwa pada akhirnya, terlepas dari siapapun yang membimbing atau menemani kita di awal jalan, kita adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk melanjutkan perjalanan tersebut.
”Dua lagu ini ibarat dua sisi koin dari sebuah fase pendewasaan,” ungkap Rico. “Di ‘Terperangkap’ kita mencoba bertahan dari badai di luar dan di dalam diri kita sendiri, sementara di ‘Niskala’ kita dihadapkan pada badai kehilangan. Seringkali kita ingin marah saat ditinggalkan, tapi pada akhirnya kita hanya bisa menerima kenyataan dan menyadari bahwa setiap orang punya jalan nya masing-masing.”

Secara musikal, karya ini dibalut dengan aransemen yang memadukan elemen rock-pop alternatif dengan sentuhan ambien yang sinematik, seolah membawa pendengar ikut berada di bawah hujan dan berdiri termenung di persimpangan jalan.
“Terperangkap” / “Niskala” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital (Spotify, Apple Music, YouTube Music, Joox, dll) mulai tanggal 20 Februari 2026. Video lirik untuk lagu ini juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Elite Global


