Qatijaa Debut Lewat Single “Nothing to Say”, Anthem Self Love Bernuansa City Pop

Penyanyi pendatang baru Qatijaa membuka perjalanan kariernya di tahun 2026 dengan merilis single debut berjudul “Nothing to Say.” Lagu ini menjadi langkah awal Qatijaa memperkenalkan warna musiknya yang terinspirasi dari Japanese City Pop, dikemas dalam nuansa pop modern yang catchy sekaligus emosional.

Dirilis pada 18 Februari 2026, “Nothing to Say” menghadirkan kisah personal tentang pengalaman berada dalam hubungan yang tidak sehat. Melalui lagu ini, Qatijaa menyampaikan pesan tentang keberanian untuk melepaskan diri dari hubungan yang mengekang dan mulai memprioritaskan diri sendiri.

Lagu Tentang Kebebasan dan Self Love

Ditulis langsung oleh Qatijaa, “Nothing to Say” lahir dari pengalaman emosional yang kemudian diterjemahkan menjadi sebuah anthem tentang kebebasan dan self love. Lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang awalnya terjebak dalam hubungan toxic, hingga akhirnya menemukan kekuatan untuk pergi dan memilih kebahagiaan diri sendiri.

Pengulangan frasa seperti “good, good, good” dan “bad, bad, bad” menjadi simbol tekanan emosional dan standar ganda dalam hubungan yang perlahan membungkam suara seseorang. Namun di titik tertentu, diam justru menjadi bentuk perlawanan, dan pergi menjadi keputusan yang paling jujur.

Baris lirik “You left me with nothing to say” menjadi momen pelepasan, bukan sebagai tanda kekalahan, melainkan sebagai keputusan untuk berhenti menjelaskan dan mulai melangkah maju.

Sentuhan Japanese City Pop yang Segar

Secara musikal, “Nothing to Say” memadukan pengaruh Japanese City Pop dengan pendekatan pop modern yang ringan dan upbeat. Aransemen yang ceria menjadi kontras dengan tema lagu yang emosional, menciptakan dinamika yang membuat pesan lagu terasa lebih kuat sekaligus mudah dinikmati.

Produksi single ini ditangani oleh Rafael Rudito di bawah naungan label Star Creation ID. Executive Producer Mariam Kartikatresni menyebut Qatijaa sebagai musisi dengan karakter vokal yang khas dan gaya musikal yang unik, serta diyakini mampu membawa energi baru bagi industri musik Indonesia.

Visual Surealis yang Mewakili Emosi

Selain dari sisi musik, “Nothing to Say” juga hadir dengan pendekatan visual yang artistik. Artwork single ini mengusung gaya surealis modern dengan konsep kolase yang menampilkan potret Qatijaa sebagai representasi emosi dan perasaan yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut.

Visual ini menjadi perpanjangan dari cerita dalam lagu, menggambarkan perjalanan emosional dari keterjebakan menuju kebebasan.

Awal Perjalanan di 2026

Sebagai single debut, “Nothing to Say” menjadi langkah awal Qatijaa dalam memperkenalkan identitas musikalnya kepada publik. Lagu ini diharapkan dapat menjangkau pendengar yang pernah mengalami situasi serupa, sekaligus menjadi pengingat bahwa mencintai diri sendiri adalah keputusan yang penting dan berharga.

“Nothing to Say” sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital sejak 18 Februari 2026.

Scroll to Top