Lagu Baru yang Membicarakan Luka dalam Cinta
The Chasmala kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Cinta Tapi Terluka”, sebuah lagu yang merefleksikan realitas pahit hubungan percintaan yang tidak sehat atau yang kerap disebut sebagai toxic relationship. Single ini menggambarkan konflik batin dua insan yang saling mencintai, namun harus menghadapi luka, kekecewaan, dan kenyataan bahwa cinta yang terus menyakiti tak selalu layak dipertahankan.

Proses Kreatif dan Keterlibatan Ade Govinda
“Cinta Tapi Terluka” diciptakan oleh Irfan Chasmala (keyboardist) dan dikembangkan bersama Pieter Anroputra (vokalis) serta Denny Chasmala (Denchas) pada gitar. Untuk mematangkan emosi dan nuansa musiknya, The Chasmala menggandeng Ade Govinda sebagai produser musik.
“Semoga ini menjadi pelajaran bahwa dengan luka itu orang bisa menjadi lebih kuat lagi,” ungkap Irfan mengenai pesan yang ingin disampaikan lewat lagu ini.
Terinspirasi Kisah Nyata dan Emosi yang Dekat
Lagu ini terinspirasi dari kisah nyata yang dialami sahabat Irfan, membuat emosi di dalamnya terasa dekat dan relevan dengan banyak pendengar. Cerita tentang dua hati yang pernah saling percaya, namun akhirnya harus menerima kenyataan pahit, menjadi benang merah yang kuat dalam lirik “Cinta Tapi Terluka”.

Produksi Singkat, Namun Intens
Proses penciptaan lagu ini terbilang singkat namun intens. Irfan menyelesaikan tahap awal lagu hanya dalam waktu tiga hari, mulai dari penciptaan nada hingga lirik dasar. Demo kemudian dibuat bersama Pieter sebelum akhirnya diserahkan kepada Ade Govinda, yang langsung memberikan respons positif terhadap materi lagu tersebut.
Warna Baru dalam Formasi The Chasmala
Single ini menjadi karya yang cukup spesial karena menghadirkan warna baru dalam tubuh The Chasmala. Selain sebagai vokalis, Pieter Anroputra juga berperan sebagai drummer di lagu ini. Formasi diperkuat oleh Rishanda Singgih (bass), Dika Chasmala (string), serta Meltho Pasto sebagai vocal director.
Menurut Ade Govinda, lagu ini memiliki nuansa ritme yang unik. “Feelnya terdengar vintage, seperti musik era 60-an atau 70-an. Pieter bisa cepat beradaptasi dengan mood tersebut sehingga feel lagunya benar-benar dapet,” jelasnya.
Harapan dan Pesan untuk Pendengar

Para personel The Chasmala menyimpan harapan besar terhadap perilisan single ini. Denchas berharap lagu ini dapat diterima dengan baik dan kelak dibawakan secara langsung di atas panggung. Pieter pun menambahkan harapannya agar lagu ini menjadi berkah bagi perjalanan band mereka.
Menutup pernyataannya, Irfan menyampaikan pesan mendalam, “Lagu ini ditujukan bagi yang pernah terluka oleh kekerasan, kekecewaan, manipulasi, dan berbagai luka lain dalam perjalanan hidup. Jangan pernah takut terluka, karena luka bisa membuat kita bangkit, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi ujian hidup.”


