Mengangkat Fenomena “Generasi Strawberry” Lewat Musik Akustik yang Ringan dan Reflektif
Setelah sebelumnya merilis lagu “Istriku Merongrong”, GJLS Bernyanyi kembali menghadirkan karya terbaru lewat single kedua mereka berjudul “Strawberry”. Lagu ini mengangkat tema Generasi Strawberry, istilah yang kerap dilekatkan pada generasi muda yang kreatif dan inovatif, namun juga dianggap rapuh, mudah menyerah, serta sensitif terhadap tekanan.

Melalui pendekatan khas mereka yang jenaka namun reflektif, GJLS Bernyanyi mengemas isu sosial ini dengan cara yang ringan tanpa kehilangan maknanya.
Lirik Satir dengan Sentuhan Realitas Sosial
“Strawberry” diciptakan oleh Rigen, Hifdzi, Rispo, bersama Alm. Harry Budiman. Lagu ini menggambarkan paradoks generasi muda masa kini—penuh ide dan potensi, namun sering dicap lemah oleh generasi sebelumnya. Analogi buah stroberi dipilih karena mencerminkan keindahan sekaligus kerapuhan: tampak segar dan menarik, namun mudah rusak jika tidak dirawat dengan tepat.
Melalui lirik yang sederhana dan penuh humor, GJLS Bernyanyi menyampaikan kritik sosial tanpa nada menggurui, mengajak pendengar untuk melihat generasi muda dari sudut pandang yang lebih empatik.
Format Akustik dan Kolaborasi Terakhir bersama Alm. Harry Budiman
Secara musikal, “Strawberry” dikemas dalam format akustik, menghadirkan suasana hangat dan intim yang memperkuat pesan lagu. Aransemen yang minimalis memberi ruang bagi lirik untuk berbicara, sekaligus mempertahankan ciri khas GJLS Bernyanyi yang santai dan menghibur.
Single ini juga menjadi karya kolaborasi terakhir bersama Alm. Harry Budiman, sosok produser, musisi, dan arranger yang telah berkontribusi besar di balik layar kesuksesan berbagai musisi Indonesia. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam proses kreatif lagu ini, sekaligus meninggalkan jejak emosional tersendiri bagi GJLS Bernyanyi.

Video Klip Animasi dengan Cerita yang Kuat dan Menghibur
Tak hanya dari sisi musik, “Strawberry” juga dilengkapi dengan video klip animasi yang dikemas secara storytelling. Visual yang jenaka dan penuh humor memperkuat pesan lagu, tanpa mengaburkan makna kritik sosial yang ingin disampaikan. Pendekatan animasi ini membuat lagu terasa lebih dekat dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Musik Jenaka dengan Pesan yang Relevan
Melalui “Strawberry”, GJLS Bernyanyi kembali menegaskan identitas mereka sebagai proyek musik yang mampu menggabungkan humor, kritik sosial, dan kejujuran dalam satu karya. Lagu ini diharapkan dapat diterima oleh para penikmat musik Indonesia, sekaligus menjadi ruang refleksi tentang bagaimana generasi muda dipahami dan diperlakukan.
Single “Strawberry” kini telah tersedia dan siap dinikmati oleh khalayak luas.


