Kisah Pemulihan dari Luka yang Menguatkan
Penyanyi dan penulis lagu Tarasinta kembali mempersembahkan karya terbarunya berjudul “Melayang”, sebuah lagu pop folk lembut yang menyimpan kekuatan emosional besar. “Melayang” bercerita tentang proses merajut kembali hati yang rapuh melalui kehadiran seseorang yang tulus dan tidak menghakimi.

Terinspirasi dari pengalaman pribadi, Tarasinta menggambarkan hati yang ibarat kaca pecah namun perlahan kembali utuh berkat kehangatan seseorang yang hadir tanpa pamrih. “Dari rapuh dalam gelap, ada rasa hangat yang tumbuh perlahan, dari luka yang dalam, lahir harapan,” kata Tarasinta mengenai pesan di balik lagunya.
Proses Kreatif yang Intim dan Jujur
“Melayang” berawal dari petikan gitar sederhana yang ia tulis di kamar, membawa nuansa melankolis khas pop folk. Melalui lagu ini, Tarasinta menekankan pentingnya support system, sosok yang mampu menguatkan justru ketika kita sedang di titik terendah dan sering kali tidak kita sadari keberadaannya sampai ia pergi.

Dalam proses produksinya, Tarasinta bekerja bersama Lafa Pratomo sebagai produser sekaligus arranger, Uga Swastadi sebagai mixing engineer, serta Rhesa Aditya sebagai mastering engineer. Otta Tarega mengisi piano dan Maria A berkontribusi pada flute, menghasilkan warna sinematik yang menggambarkan perjalanan emosi dari duka hingga pemulihan.
Harmoni Sinematik yang Menggambarkan Perjalanan Emosi
Kolaborasi musikal ini melahirkan perpaduan flute, piano, dan gitar yang saling bersahutan, menciptakan atmosfer yang hangat dan reflektif. “Melayang” menghadirkan perjalanan dari luka yang dalam menuju penerimaan, hingga akhirnya membuka ruang bagi cinta dan harapan baru.
“Melayang adalah tentang proses healing yang manis, tentang seseorang yang membuat kita merasa lebih ringan, dengan kehadiran yang tulus untuk menemani,” jelas Tarasinta. Ia berharap lagu ini dapat menjadi sandaran bagi siapa pun yang sedang merasa sendiri atau rapuh.

Kelanjutan Eksplorasi Musikal Tarasinta
Dengan atmosfer romantis dan cinematic, “Melayang” memperkuat identitas Tarasinta sebagai penyanyi dan penulis lagu yang jujur, lembut, dan reflektif. Lagu ini juga menambah daftar eksplorasi musikalnya setelah karya-karya sebelumnya seperti “Cherish”, “Suffocate”, “Wandering”, “Summer in France”, “Books of Life”, EP “Wanderer – Live Session”, dan “Nuansa Biru”.
Lagu “Melayang” sudah dapat didengarkan mulai 14 November di seluruh layanan musik digital.


