Silet Open Up adalah nama panggung Siprianus Bhuka, penyanyi–pencipta lagu asal Ngada, Flores, yang mendorong bahasa dan kultur Indonesia Timur masuk ke arus utama pop digital. Namanya melejit berkat “Tabola Bale,” tembang enerjik yang merayap dari TikTok ke panggung-panggung besar—bahkan ikut menggema di rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di Istana Merdeka. Fenomena itu menegaskan satu hal: musik lokal dengan dialek daerah bisa jadi pusat perhatian nasional ketika narasi, ritme, dan komunitas saling menguatkan.

Akar & perjalanan awal
Di balik persona panggungnya, Silet Open Up adalah Siprianus Bhuka—lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta—yang lama mengasah diri sebagai kreator musik dan performer. Ia membangun basis pendengar lewat karya berbahasa daerah, menonjolkan diksi lugu, humor, serta hook yang mudah diingat. Identitas “Silet” membuatnya dekat dengan publik NTT dan diaspora Timur, namun tetap komunikatif untuk pendengar lintas daerah.
Lompatan ke arus utama: “Tabola Bale”
“Tabola Bale” menjadi titik balik. Single ini menggabungkan beat yang cepat, call-and-response yang gampang ditirukan, serta paduan dialek Indonesia Timur—kemudian disisipi bagian berlogat Minang oleh kolaboratornya—menciptakan warna yang segar untuk telinga pop lokal. Di rilis digital resmi, “Tabola Bale” menampilkan kredit kolaborasi bersama Jac(k)son Zeran, Juan Reza, Diva Aurel, hingga versi dengan DJ Papa, menandakan ekosistem kreatif yang cair antara penyanyi, rapper, dan DJ.
Keberhasilan lagu ini tak semata soal “viral” di media sosial; ia memindahkan estetik pesta kampung—lengkap dengan teriakan, pantun, dan gestur komunal—ke medium streaming. Puncaknya, “Tabola Bale” ikut menghangatkan suasana perayaan kenegaraan di Jakarta, menandai pertemuan unik antara kultur pop akar rumput dan panggung formal negara.
Sebelum “Tabola Bale”: representasi Indonesia di ABU TV Song Festival
Sebelum ledakan 2025, Silet Open Up terlebih dulu mencuri perhatian regional ketika mewakili Indonesia di ABU TV Song Festival 2024 di Istanbul lewat “Kakak Main Salah.” Penunjukan ini memperlihatkan konsistensinya mengangkat karakter musik Timur ke panggung internasional—dengan paket yang tetap komunikatif untuk audiens yang lebih luas.
Ciri musikal & estetika
- Bahasa & diksi: Menggunakan bahasa Indonesia yang disisipi logat dan kosakata daerah (NTT cs.), membiarkan fonetik lokal jadi “groove” tambahan.
- Hook & callout: Repetisi frasa pendek dan chant membuat lagu mudah dinyanyikan bareng, menumbuhkan sifat komunal saat tampil.
- Produksi: Paduan ketukan EDM/hip-hop ringan dengan instrumen sederhana, memberi ruang besar untuk ritme vokal, ad-libs, dan interjeksi yang jadi ciri khas.
- Visual & performa: Gestur dan koreografi spontan ala pesta rakyat menjadi “bahasa tubuh” yang mudah ditiru, mempercepat penyebaran di platform pendek.
Rilisan & kolaborasi terpilih
Selain “Tabola Bale” (beserta versi mix), katalog digital Silet Open Up menampilkan beberapa nomor lain seperti “Gaya Lama” serta “Busu Setia (Buset) [Remastered 2023]”—menunjukkan produktivitasnya menjahit ulang referensi lama dengan kemasan baru. Di sisi lain, deretan kolaborator di “Tabola Bale” menandakan kecenderungan untuk meramu suara lintas latar, dari rapper hingga DJ.
Dampak & penerimaan
Ledakan “Tabola Bale” memperkuat gelombang apresiasi terhadap logat dan musik Indonesia Timur yang sebelumnya sudah menguat dalam beberapa tahun terakhir. Magnet utamanya: kombinasi kisah keseharian, humor yang tidak menggurui, serta energi lantang yang mengundang tarian massal. Dari jalanan, media sosial, hingga panggung institusional, keterhubungan itu yang mendorong lagu ini menyeberang kelas dan generasi.
Aktivitas terbaru & langkah ke depan
Usai ledakan 2025, Silet Open Up kian padat menjalani tur off-air, temu penggemar, dan agenda panggung di berbagai kota. Di saat yang sama, ia menjaga rutinitas kreatif untuk memperluas katalog, mempertahankan momentum “Tabola Bale” tanpa kehilangan akar performatifnya. Jika melihat jejaknya—dari ABU TV Song Festival hingga menembus seremoni kenegaraan—lintasan karier Silet Open Up ke depan akan tetap berada di persimpangan: budaya lokal, ruang digital, dan panggung besar.
Ringkas profil
- Nama asli: Siprianus Bhuka
- Asal: Ngada, Flores (NTT)
- Jejak penting: Perwakilan Indonesia di ABU TV Song Festival 2024 (Istanbul, “Kakak Main Salah”); puncak popularitas “Tabola Bale” pada 2025 hingga tampil di momen kenegaraan.
Diskografi digital (pilih)
- “Tabola Bale” (berbagai versi/mix; feat. Jac(k)son Zeran, Juan Reza, Diva Aurel, DJ Papa)
- “Gaya Lama”
- “Busu Setia (Buset) [Remastered 2023]”
Catatan: ejaan nama kolaborator pada beberapa platform tercantum sebagai Jacson maupun Jackson Zeran; perbedaan ini mengikuti metadata rilis per platform.


