Lanjutan Perjalanan Setelah Debut “Kamu Sudah Bosan?”
Solois asal Malang, Septears, kembali melanjutkan perjalanan musiknya dengan merilis single kedua berjudul “Teganya”. Setelah sebelumnya memperkenalkan diri lewat lagu debut “Kamu Sudah Bosan?” pada Mei 2025 dengan nuansa ringan, kali ini Septears menghadirkan karya yang lebih emosional dan mendalam.

“Teganya” hadir sebagai potret getir dari sebuah perpisahan. Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang harus berdamai dengan luka, menyaksikan mantan kekasih menemukan cinta baru, sementara dirinya masih bergulat dengan perasaan yang belum sembuh.
Lagu Tentang Ironi Luka dan Bahagia
Dalam pernyataannya, Septears menjelaskan bahwa “Teganya” bukan sekadar lagu tentang cemburu atau kehilangan. Lebih jauh, lagu ini mengangkat pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin kesedihan bisa disejajarkan dengan kebahagiaan orang lain, terutama orang yang dulu pernah berbagi hari-hari paling berarti.
“Ini bukan lagu tentang cemburu. Ini juga bukan lagu tentang kehilangan. Ini tentang bagaimana seseorang yang awam dengan luka, harus menyaksikan lukanya sendiri disandingkan dengan bahagia orang yang pernah dicintai. Sebuah narasi tentang ironi: ketika satu hati remuk, dan hati lainnya berseri,” ujar Septears.
Narasi tersebut menjadikan “Teganya” sebagai karya yang penuh ironi, seolah luka dan tawa dapat ditimbang dengan ukuran yang sama, seolah perpisahan adalah transaksi yang adil.

Proses Produksi dan Pendekatan Emosional
Menariknya, lagu “Teganya” sudah lama tersimpan di folder Voice Memos Septears selama bertahun-tahun sebelum akhirnya direkam secara serius. Proses produksi dilakukan bersama Decky Anugrah sebagai produser sekaligus arranger, dengan mixing dan mastering oleh Paraduta Record, serta dukungan dari Ilham Nur Syuhada dan Ardin Alvy Arizky.
“Saya ingin menyoroti perasaan tak berdaya, amarah yang membara dalam diam, dan kesedihan yang tak punya tempat untuk pulang. Ada perasaan tidak adil yang kuat, seolah dunia terus berjalan tanpa memberi kesempatan untuk sembuh. Itu semua yang akan dibungkus dalam lagu ini,” tutur Septears.
Lagu yang Menjadi Ruang untuk Luka
Melalui “Teganya”, Septears berharap musiknya dapat menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasakan luka akibat perpisahan. Lagu ini memberi ruang bagi pendengar untuk mengakui, merasakan, dan perlahan melepaskan rasa sakit tersebut.
Dengan warna emosional yang pekat, “Teganya” menunjukkan sisi lain dari perjalanan Septears sebagai musisi, sekaligus mempertegas bahwa setiap karya memiliki cerita yang dekat dengan pengalaman hidup.


