Lagu “Bila Esok Atau Nanti” terinspirasi dari konsep takdir dan penerimaan
Latisha Diva Adara, atau akrab dikenal sebagai Latisha Diva, kembali melanjutkan perjalanan musiknya dengan merilis single terbaru berjudul “Bila Esok Atau Nanti”. Musisi kelahiran Jakarta, 26 November 1998 ini memang sudah memendam mimpi menjadi penyanyi sejak kecil. Dengan kecintaan pada musik era 80-an hingga 90-an, Latisha menawarkan warna musik yang segar namun tetap lekat dengan nuansa retro.

Sebelumnya, Latisha sempat memperkenalkan dirinya lewat single “Serasa Asmara” bersama MASEJA. Kali ini, bersama Ruang Dimensi Records, ia menghadirkan karya solo yang lebih personal dan penuh makna.
Terinspirasi dari Konsep Takdir
Lagu “Bila Esok Atau Nanti” lahir dari refleksi Latisha tentang perjalanan hidup dan takdir. Terinspirasi dari konsep qadr atau takdir, Latisha menyampaikan pesan bahwa setiap hal yang sudah digariskan akan selalu kembali kepada pemiliknya. Seperti kutipan populer “what’s meant for you will never pass you by”, lagu ini mengajak pendengar untuk menerima segala sesuatu dengan ikhlas.
“Kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan harapan. Tapi sebenarnya, itu adalah rencana Tuhan yang terbaik buat kita,” ungkap Latisha. Pesan ini juga erat dengan konsep stage 5 of sadness and acceptance, yaitu tahap menerima keadaan dengan lapang dada.

Proses Cepat, Hasil Mendalam
Meski penuh makna, proses pembuatan single ini berjalan cukup singkat. Dari workshop hingga rekaman, semua rampung hanya dalam satu hari. Lagu ini ditulis oleh Latisha Diva, dengan arahan produser Racka Fandiana dan Beraldy Dean.
Latisha berharap, “Bila Esok Atau Nanti” bisa menjadi teman bagi pendengarnya, khususnya saat menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan. Ia ingin lagunya menjadi semacam penenang dan pengingat bahwa segala takdir yang ditetapkan pasti merupakan yang terbaik.
Rilis 29 Agustus 2025
Single terbaru “Bila Esok Atau Nanti” akan resmi dirilis pada 29 Agustus 2025 di seluruh digital platform serta radio kesayangan para penikmat musik. Dengan nuansa city pop yang lembut, lagu ini menjadi curahan hati Latisha tentang perjalanan hidup, ikhlas, dan penerimaan.


