Lagu tentang rasa sakit, keterikatan emosional, dan kepercayaan yang melampaui akal sehat

Lagu Tarot dari .Feast bukan hanya sebuah sajian musik alternatif dengan lirik kuat, tapi juga potret emosional tentang kebingungan, luka, dan kekuatan untuk bertahan dalam relasi yang penuh gejolak. Dirilis sebagai bagian dari perjalanan musikal .Feast yang konsisten menyuarakan keresahan batin dan sosial, Tarot membawa narasi personal yang intim dan reflektif.
Lirik Lagu Tarot – .Feast
Nama yang sama bertahan
Dalam ruangan hening
Tanpa suara bertahan
Tak bergemingTerlalu lama bercanda
Kita tak terbiasa
Dengan celaka yang nyata
Diam tak berdayaNamun aku bingung kenapa ku tak pergi
Aku bingung kalian masih di sini
Apa mungkin karena terlalu lama?
Apa benar ‘tuk berbagi derita?Mungkin nanti semua justru memburuk
Hati-hati, namun terjatuh lagi
Tapi luka adalah niscaya
Kutanggung denganmu selama ku mampuDi kehidupan kedua (Di kesempatan kedua)
S’moga kau tak terlalu keras kepala
Atau mungkin ini bukan yang pertama (Ini bukan yang pertama)
Dan kita diberi kesempatan berubahKuyakin nyawa kita bertautan
Khatam berbagai cobaan
Selalu menertawakan ramalan bintang, kartu tarot
Orang pintar pembaca nasibPadamu kupercaya
Tak masuk logika
Padamu kupercaya
Tak masuk logika
Makna Lagu Tarot – .Feast
1. Bertahan dalam Hubungan yang Rumit
Lirik seperti “Namun aku bingung kenapa ku tak pergi” menggambarkan kondisi emosional seseorang yang merasa terjebak, namun tetap memilih bertahan. Kebingungan itu lahir dari cinta yang belum padam meski logika sudah tak sejalan.
2. Luka Adalah Keniscayaan
Alih-alih menghindari rasa sakit, lagu ini mengakui bahwa luka adalah bagian dari hidup:
“Tapi luka adalah niscaya / Kutanggung denganmu selama ku mampu.”
Ini menunjukkan keberanian untuk tetap berjalan bersama orang lain, meskipun tahu perjalanan itu tidak akan mudah.
3. Keyakinan pada Kesempatan Kedua
Lagu ini juga membuka wacana tentang kemungkinan reinkarnasi relasi—kesempatan untuk tumbuh, berubah, dan menyembuhkan luka yang mungkin sudah lama menetap.
“Di kehidupan kedua… dan kita diberi kesempatan berubah.”
Ada harapan untuk transformasi, namun tetap realistis akan keras kepala yang mungkin masih membekas.
4. Menolak Ramalan, Memilih Keyakinan
Di bagian akhir, lirik menyebutkan kartu tarot, astrologi, dan pembaca nasib, namun bukan untuk mempercayainya—melainkan justru untuk mempertanyakannya.
“Selalu menertawakan ramalan bintang, kartu tarot… Padamu kupercaya, tak masuk logika.”
Ini menunjukkan bahwa cinta atau ikatan yang dalam kadang tak bisa dijelaskan oleh logika atau ramalan sekalipun. Ada ruang di mana kepercayaan menjadi satu-satunya pegangan, walau rasanya absurd.
Kesimpulan
Makna lagu Tarot dari .Feast menggambarkan bagaimana seseorang bisa tetap memilih bertahan dalam hubungan yang rumit. Lagu ini bukan soal optimisme naif, tapi tentang kesadaran bahwa luka adalah bagian dari perjalanan, dan bahwa kepercayaan pada seseorang terkadang lebih kuat dari logika maupun prediksi masa depan.
Dengan aransemen yang intens dan lirik puitis, Tarot menjadi refleksi bagi siapa saja yang pernah merasa terjebak dalam perasaan, tapi tak bisa begitu saja melepaskan.


